Tangerang – Memasuki pekan kedua Februari 2023, SMK Strada Daan Mogot mulai dipadati dengan aktivitas pembelajaran semester genap. Sebagai upaya peneguhan kepada peserta didik di semester genap, sekolah mengadakan kegiatan rekoleksi selama dua hari. Senin (06/02/23), kegiatan rekoleksi mulai dilaksanakan dengan peserta dari kelas XII AKL 1, XII AKL 2, XII OTKP dan XII AN 1. Sedangkan pada hari kedua, Selasa (07/02/23) rekoleksi dihadiri oleh peserta dari kelas XII AKL 3, XII AKL 4 dan XII Animasi 2.

Pemateri menyampaikan beberapa pertanyaan panduan dalam rekoleksi

Hadir dalam rekoleksi, Kepala SMK Strada Daan Mogot

Pengarahan oleh Suster

Peserta rekoleksi berdinamika bersama Romo

Narasumber yang dihadirkan dalam rekoleksi tahun ini adalah biarawan dan biarawati dari Rumah Retret Civita Youth Camp. Hadir mendampingi rekoleksi, Romo Suharyadi, Frater Vincent, Suster Baptista, Suster Theofila, Suster Yuliana, Kak Mikha dan Pak Cinus. Mengusung tema “Tanggung jawab: Mengolah Pengalaman, Membangun Harapan”, rekoleksi tahun ini diharapkan dapat memberi pengalaman iman kepada peserta didik dengan menghayati seluruh pengalaman hidupnya.

Sesi renungan

Peserta rekoleksi diminta menemukan kata-kata positif dari koran yang dibawa

Sesi Ice breaking

Peserta rekoleksi tampak enjoy mengikuti rangkaian rekoleksi

Berani menjadi leader

Menjadi pemimpin

Menyampaikan hasil dinamika kelompok

Belajar menyampaikan pendapat

Menanggapi antusiasme peserta didik SMK Strada Daan Mogot (Damos) dalam rekoleksi tahun ini, pihak Civita Youth Camp menyampaikan peserta didik Damos sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Semua aktif berdinamika, mulai dari pembentukan kelompok, sesi games, sharing pendapat sampai pada sesi berbagi pengalaman.

Dinamika kelompok

peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil

Suster setia melakukan pendampingan dalam kelompok

Memperhatikan arahan

Mengamini hal tersebut, Benedictus Lachris, siswa XII Animasi 2 juga turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan rekoleksi.

Lachris, Romi dan Angel Niti – Menikmati santap siang

“Bisa dibilang pengalaman rekoleksi ini, sangat amat relate dengan kehidupan remaja saat ini. Saya sangat yakin. Mungkin banyak remaja-remaja yang mengalami hal-hal buruk. Entah itu dari teman satu sekolah, sahabat bermain bahkan mungkin pengalaman pahit itu mereka terima dari keluarga sendiri. Tapi betapa malangnya, mereka tidak diberi ruang untuk bisa menyampaikan rasa sakit itu. Melalui kegiatan rekoleksi ini, terutama pada sesi kedua saat membahas keluarga, kami merasa dianggap, diberi ruang untuk bisa menyampaikan apapun yang kami alami. Tentu kami merasakan kesedihan mendalam. Mencerna kata demi kata yang disampaikan Romo dan Suster tentang keluarga. Tapi setelah itu kami merasakan kelegaan yang luar biasa,” ujar Lachris penuh kelegaan.

Eriyanthy Norberta Sihaloho – MC Rekoleksi Hari Kedua

Eriyanthy Norberta Sihaloho sebagai salah satu guru pendamping dalam rekoleksi ini juga menuturkan. Kegiatan rekoleksi tahun ini sangat seru. Anak-anak sangat antusias mengikuti keempat sesi yang diberikan oleh tim Civita Youth camp. Anak-anak juga terlihat enjoy dalam games dan diskusi kelompok. Bahkan saat anak diminta untuk sharing, anak-anak sharing dengan sepenuh hati dan dapat memaknai tujuan kegiatan rekoleksi tersebut.

Perayaan ekaristi di akhir rekoleksi

Misa penutupan rekoleksi

Perayaan Ekaristi

Kegiatan rekoleksi yang berlangsung selama dua hari selalu diakhiri dengan misa bersama Romo yang bertugas.  Sekolah berharap, dengan mengikuti kegiatan rekoleksi ini, peserta didik dapat memaknai hidup dan focus memperjuangkan masa depan. (WME)

Peserta menikmati santap siang

Santap siang bersama

Suster menyampaikan arahan dalam berdinamika

Dinamika kelompok

Guru Pendamping Rekoleksi

Ikut terlibat dalam pelayanan

Mari menemukan kata positif dari bahan bacaan

Sharing is caring

sharing bersama

Dinamika kelompok