Suasana lobi SMK Strada Daan Mogot tampak berbeda selama empat hari, 20–23 April 2026. Deretan booth siswa kelas XI ramai dikunjungi warga sekolah dalam kegiatan Market Day, yang menjadi puncak praktik mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Kegiatan ini bukan sekadar ajang jualan. Sejak beberapa minggu sebelumnya, di bawah dampingan guru pengampu mapel PKK yakni Rival Rohmawan, S.M. (kelas XI Ak dan MP), Monica Videa Anjani, S.Pd (kelas XI AN 1), dan Sahat Marcelin Sinaga, S.Pd. (kelas XI AN 2) siswa sudah menyiapkan konsep usaha melalui perencanaan yang cukup serius. Mereka menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan ide bisnis, mulai dari menentukan target pasar, keunggulan produk, hingga perhitungan biaya dan potensi pendapatan. Proses ini membantu siswa memahami bahwa membangun usaha membutuhkan perencanaan yang matang, bukan sekadar mencoba-coba.

Saat pelaksanaan, setiap kelompok mengelola booth mereka secara mandiri di area lobi sekolah. Mereka menata produk, membuat nama brand, hingga menyusun strategi promosi sederhana. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan berat, camilan, hingga minuman kekinian yang menarik perhatian pembeli.

Interaksi langsung dengan konsumen menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Mereka belajar menawarkan produk, melayani pembeli, sekaligus menghadapi tantangan di lapangan, seperti persaingan antar booth dan pengelolaan stok. Tidak sedikit siswa yang harus cepat beradaptasi saat strategi awal kurang berjalan sesuai rencana.

Selain itu, siswa juga mulai memahami pentingnya membaca pasar. Produk yang cepat habis, respon pembeli, hingga strategi harga menjadi bahan evaluasi yang mereka catat untuk perbaikan ke depan. Dari sini, mereka belajar bahwa keputusan bisnis harus berbasis kondisi nyata, bukan sekadar asumsi.

Kepala SMK Strada Daan Mogot, Lucia Maria Suprihatin, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan. “Melalui Market Day, siswa belajar langsung bagaimana sebuah usaha dijalankan. Ini pengalaman yang tidak bisa didapat hanya dari teori di kelas,” ujarnya.

Antusiasme terlihat dari ramainya pengunjung dan semangat siswa dalam menjalankan usahanya. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana yang hidup, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang dunia bisnis.

Melalui Market Day, siswa SMK Strada Daan Mogot menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan kewirausahaan secara langsung sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun peluang usaha di masa depan. –SMKBisa! DamosBerkualitas!– (Bu Lucia)