Pada tahun 1950 Paus Pius XII menegaskan ajaran Gereja, bahwa “Maria sesudah menyelesaikan hidupnya di dunia ini, diangkat tubuh dan jiwanya kepada kemuliaan di surga” (Munificentissimus Deus, 1950).Kita gembira, hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan diselenggarakan pada hari Minggu, sehingga lebih banyak umat dapat ikut merayakannya. Dalam perayaan ini kita akan merenungkan makna Maria diangkat ke surga yang sangat relevan, penuh arti bagi hidup kita.Kenaikan Bunda Maria ke surga merupakan sumber harapan dan kegembiraan. Hidup kita sebagai orang beriman merupakan cakrawala kebahagiaan abadi. Kematian kita nanti bukanlah akhir hidup kita, melainkan awal hidup baru, yang tak akan mengenal akhir!

Kita umat Katolik percaya, Maria diangkat ke surga, karena kita percaya, Maria dikandung tanpa noda. Maria dibebaskan oleh Allah dari dosa, maka ia tidak mengalami konsekuensi dosa dan kematian yang akan kita alami. Kita percaya, berkat ketaatan dan kesetiaannya Bunda Maria pada akhir hidupnya di dunia ini diangkat dengan tubuh dan jiwa-nya kepada kemuliaan di surga.

Tentang Maria diangkat ke surga ini, Paus Benedictus XVI pernah berkata: “Dengan memandang Maria dalam kemuliaannya di surga, kita memahami, bahwa dunia ini bukanlah tanah air kita yang definitif. Dan bila kita hidup sambil memperhatikan hal-hal abadi (surgawi), maka pada suatu saat kita akan mengambil bagian dalam kemuliaan yang sama, dan dunia kita ini akan menjadi makin indah. Bila demikian, kita jangan pernah kehilangan kejernihan hati dan damai kita,walaupun berada di tengah beribu-ribu kesukaran. Tanda berkilau-kilauan Santa Perawan yang diangkat ke surga akan bersinar lebih cemerlang, apabila bayangan-bayangan kesedihan,  penderitaan dan kekerasan tampak di dalam cakrawala hidup kita. Hendaklah kita yakin, bahwa dari atas Maria mengikuti tapak-tapak kaki kita dengan keprihatinan yang lembut, menyingkirkan kesuraman dalam saat-saat kegelapan dan kesedihan. Ia memberi kepastian dengan tangannya sebagai Ibu kita. Marilah terus kita lanjutkan hidup kita di bawah bimbingan Maria” (Castel Gandolfo, 16 Agustus 2006).

Mari kita percayakan diri kita selalu kepada Bunda Maria. Kita dipanggil bukan untuk sukses, melainkan untuk setia! Bunda Maria, doakanlah kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Keluarga Besar SMK Strada Daan Mogot mengucapkan, “Selamat Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga” kepada sahabat Damosian yang merayakan.

Sumber : Komkat KWI (dengan perubahan seperlunya)