Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK.
Sebagai salah satu SMK unggulan di kota Tangerang, SMK Strada Daan Mogot memiliki tiga kompetensi keahlian; Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Animasi (AN) dan Administrasi Perkantoran (AP) atau yang sekarang disebut dengan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Lulusan SMK sebagaimana yang diharapkan adalah pribadi yang siap terjun ke dunia usaha dan dunia industri. Hal yang sama diterapkan di SMK Strada Daan Mogot.

Menjawab hal tersebut, Ketua Jurusan AKL SMK Strada Daan Mogot, Weni Sumarsam, S.Pd., mengatakan, kehadiran wabah Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat para Damosian dalam memaksimalkan pembelajaran materi uji kompetensi. Saat ini Damosian khususnya kelas XII, meskipun telah dinyatakan lulus Ujian Satuan Pendidikan, mereka sedang giat mempelajari materi-materi uji kompetensi melalui aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI. UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri. Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja,” ujar Weni menjabarkan betapa pentingnya UKK bagi siswa SMK.

Hal serupa juga disampaikan oleh Cyrus Pakpahan, S.Pd., sebagai salah satu guru produktif Akuntansi di SMK Strada Daan Mogot. Menurutnya, seperti yang tercantum dalam Standar Nasional Pendidikan, tujuan pelaksanaan UKK adalah, mengukur pencapaian kompentensi peserta didik, maka para guru telah bekerja keras berupaya memaksimalkan waktu dan tenaga dalam mendampingi siswa-siswi menjelang pelaksanaan UKK. Antusiasme dari para siswa dalam pembelajaran patut diacungi jempol. Mereka tetap maksimal dalam belajar, mengikuti kelas maya di tengah masa pandemic ini.

Beberapa siswa turut memberikan tanggapannya mengenai persiapan menjelang UKK. Nadia, salah satu siswi jurusan AP menuturkan, situasi saat ini memang sulit. Pembelajaran lewat daring pun menjadi hal baru yang memaksa setiap siswa untuk terbiasa. Tentu tidak mudah, apalagi belajar di rumah tidak bisa seefektif tatap muka dengan pendampingan guru. Rasa malas pun lebih dominan. Namun, perlu diingat bahwa UKK adalah ujung dari segala perjuangan selama 3 tahun di SMK.

Hal serupa diucapkan Nadilla (XII AP), mungkin ada rasa malas tetapi coba ingat lagi perjuangan panjang untuk sampai di titik ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Harapannya semua siswa kelas XII tetap semangat sampai menuntaskan uji kompetensi.

Untuk menyemangati para siswa kelas XII, Lambue Sofi Simamora, S.Pd., berpesan agar Damosian tetap semangat, tetap optimis dan selalu berpikiran positif. Sebagai siswa SMK, Damosian harus totalitas sehingga tidak ada yang bisa meremehkan siswa lulusan Damos karena terbukti berkualitas dan kompeten.
Livia (XII AK2), Marcel (XII AK 1), Stiven (XII Animasi), Nabilla Ignatia (XII AP), Angel Gracia dan Lenny Wijaya (XII AK3) dan beberapa siswa lainnya, turut menyampaikan harapan yang sama. Harapannya, para siswa kelas XII tetap semangat. Jangan patah arang! Satu langkah lagi untuk sampai di titik akhir. Lulus dan Kompeten.



STIVEN, YUVENSYAH DAN ELDELIN

MARCELINO, GABRIEL MAXIMILIAN, APRIAN CAESARIO DAN KEZI HAMDANI

Recent Comments