SMK Strada Daan Mogot melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Selasa (29/10/2019) di Lapangan Komplek Strada Pabuaran.  Upacara berjalan khidmat, dipimpin oleh Yos Serani Tadon, S.Pd. yang bertindak sebagai pembina upacara.

Yos Serani Tadon, S.Pd. saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (29/10/2019)

Sudah semestinya sebagai  anak bangsa yang menghargai  perjuangan pemuda-pemudi yang berjuang mewujudkan persatuan bangsa, SMK Strada Daan Mogot  dalam upacara peringatan hari ini, kembali mengaungkan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda yang mengingatkan kembali bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama, ras, dan budaya namun dipersatukan dalam satu tanah air, tanah air Indonesia, berbangsa satu yakni bangsa Indonesia dan berbahasa yang satu, bahasa Indonesia.

Barisan siswa SMK Strada Daan Mogot dan petugas upacara Sumpah Pemuda (29/10/2019)

Senada dengan hal itu, Yos Serani Tadon, S.Pd. dalam amanatnya menegaskan, sebagai pelajar, siswa SMK Strada Daan Mogot harus menumbuhkan rasa cinta tanah air, rasa memiliki terhadap bangsa ini dan menepikan segala perbedaan yang dapat memicu perpecahan. Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya.

Penyerahan naskah Pancasila kepada Pembina Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Yos juga menambahkan bahwa sebagai pelajar Strada khususnya, siswa SMK Damos mempunyai tugas dan kewajiban dalam mengamalkan nilai-nilai luhur yang selalu digaungkan oleh Strada. Nilai-nilai Strada bukan hanya untuk pemanis kata namun, sungguh-sungguh diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penghormatan kepada Pemimpin Upacara

Penyerahan Sang Merah Putih dari Pembawa Baki

Pasukan Pengibar Bendera Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Eugenia Tevina, Gathot Tri Hartanto, Yulius Irfan H., dan Yokhe Febrian)

Bendera siap dikibarkan

Pengibaran Sang Merah Putih

Barisan Dewan Guru dan Karyawan SMK Strada Daan Mogot

Mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban demi persatuan bangsa Indonesia, peserta upacara menyanyikan lagu ‘Mengheningkan Cipta’

Yohanes Rendi dan Vanessa Marbelya, pembaca Naskah Sumpah Pemuda

Barisan paduan suara saat menyanyikan lagu “Mars Strada”

Penghormatan kepada Sang Merah Putih

 

Upacara Sumpah Pemuda ini, diakhiri dengan menyanyikan lagu ‘Bangun Pemuda-Pemudi’, kemudian dilanjutkan dengan acara penyerahan piala yang diraih oleh siswa-siswi SMK Damos.

Penyerahan piala oleh Bernadetha Flora perwakilan tim basket putri kepada Lucia Maria Suprihatin, S.Pd. Wakasek Bid. Kesiswaan

Penyerahan piala kejuaraan voli oleh Vincent kepada Lucia Maria Suprihatin, S.Pd. Wakasek Bid. Kesiswaan

Penyerahan piala kejuaraan ekskul band kepada Heri Wibi Gunawan, S.Pd. Wakasek Bid. Sarpras dan Humas

Penyerahan piala kejuaraan Scrabble oleh Christoper Jonatan dan Samuel Louis kepada Heri Wibi Gunawan, S.Pd.

Atlet Basket Putri SMK Damos

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.