SMK Strada Daan Mogot kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan pembinaan profesional bagi tenaga pendidik yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 di aula sekolah. Kegiatan ini dipimpin oleh Pengawas Pembina SMK Kota Tangerang, Yusep Kurnia F., S.Pd., M.M., dengan fokus pada pengelolaan program yang berdampak langsung pada murid, khususnya melalui optimalisasi posisi kontrol guru dan penumbuh kembangan student agency.

Pembinaan yang berlangsung selama 120 menit ini dikemas dalam bentuk tatap muka dan panel diskusi terpimpin. Agenda ini dirancang untuk membantu guru merekonstruksi cara pandang dalam mengelola dinamika kelas serta merancang pembelajaran yang mendorong siswa lebih aktif, mandiri, dan memiliki kepemimpinan atas proses belajarnya.

Dalam penyampaian materinya, pengawas menegaskan bahwa guru tetap menjadi faktor paling menentukan dalam kualitas pendidikan. Perubahan kurikulum bukan mengurangi peran guru, melainkan menegaskan kembali pentingnya peran guru sebagai pembimbing karakter dan pembentuk masa depan siswa. Kurikulum terus berkembang sebagai respons terhadap perubahan zaman, sehingga pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, kecakapan hidup, serta kecerdasan sosial-emosional.

Selain itu, ditegaskan pula bahwa pendidikan tidak semata-mata tentang kontrol, tetapi tentang membangun kesadaran dari dalam diri siswa. Guru diharapkan mampu mengambil posisi sebagai manajer pembelajaran—tegas namun membimbing, dekat tetapi tetap berwibawa, serta mampu mengarahkan tanpa menekan. Pendekatan ini diperkuat melalui penerapan segitiga restitusi yang membantu siswa belajar bertanggung jawab atas tindakannya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi kelompok. Peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk merancang prakarsa perubahan menggunakan alur BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi). Melalui diskusi ini, guru diajak untuk merancang program yang benar-benar berdampak pada perkembangan siswa, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Dari total 41 guru, sebanyak 36 guru hadir mengikuti kegiatan ini, sementara 5 guru berhalangan karena tugas lain. Seluruh guru yang hadir menunjukkan antusiasme dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam penutupnya, Kepala SMK Strada Daan Mogot mengajak seluruh guru untuk mengambil satu langkah konkret: menentukan praktik pembelajaran yang akan diubah mulai minggu depan. Ajakan ini menjadi penegasan bahwa perubahan tidak berhenti pada diskusi dan simulasi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kelas. Selaras dengan misi pertama Perkumpulan Strada, yaitu menyelenggarakan pendidikan yang unggul bagi kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli, berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berpihak pada murid. -SMK Bisa, Damos Berkualitas. AMDG!-